Laman

Selasa, 19 April 2011

Pengertian Akhir Zaman

    Setiap pengungkapan ekspresi ide, pengetahuan dan konsep pikiran baik melalui media bahasa lisan atau pun tulisan memerlukan kalimat-kalimat, dan kalimat ini pada umumnya terdiri atas rangkaian kata-kata yang masing-masing memiliki makna dan istilah yang definitif.
Mempelajari eskatologi sebagai salah satu cabang dari teologi, yang khusus mempelajari hal-hal yang berkenaan dengan "zaman akhir" dan "akhir zaman" bukanlah sesuatu yang mudah. Hal ini akan semakin sulit apabila kita tidak memiliki pemahaman yang umum dan memadai atas istilah-istilah yang pasti akan kita temui di sana.

Artikel ini ingin menerangkan sesederhana mungkin apakah yang menjadi definisi tentang akhir zaman. Meskipun ada berbagai aliran eskatologi yang berkenaan dengan "millennium" namun kami hanya ingin meninjau pandangan yang umum dikenal sebagai Pramillennialisme, Postmillennialisme dan Amillennialisme. Kemudian sesudah diperbandingkan dengan pandangan Alkitab baik dari perspektif PL dan PB, pada bagian terakhir kami mencoba memberikan kesimpulan apakah yang dimaksud dengan definisi tentang akhir zaman.


A. Perspektif perjanjian Lama
Ayat-ayat yang menyebutkan istilah akhir zaman hanyalah sedikit di antaranya adalah yang terdapat di dalam kitab Daniel (Dan. 8:19; 11:27,35; 12:4,9,13). Semuanya ini terdapat di dalam bagian catatan mengenai penglihatan yang diterima oleh Daniel. Dalam bukunya Peter Wongso menyebutkan bahwa kata "Acharith" atau "Acharon" berasal dari bahasa Ibrani, yang dalam Septuaginta diterjemahkan sebagai "akhir zaman" atau "yang akhir". Penggunaan "Eskhata" sebanyak 25 kali.100 Namun harus diingat bahwa tidak semua kata-kata ini menunjukkan hubungan dengan Eskatologi, kata "Eskhata" lebih berkonotasi pada urutan waktu atau tempat dalam arti yang umum.
Bagian Daniel 12 merupakan bagian yang paling jelas membicarakan hal akhir zaman. Sekali pun demikian, perkara akhir zaman masihlah tersembunyi dan termeterai bagi Daniel, sehingga ia tidak dapat memahaminya. Jadi amatlah sulit bagi kita untuk mendapatkan definisi yang tepat mengenai akhir zaman apabila kita hanya menyelidiki bagian nas perjanjian Lama saja. Meskipun Perjanjian Lama jelas mempunyai hubungan yang menunjuk kepada bagian akhir dari zaman, namun penggenapan dan penafsiran maknany a harus dilihat dari perspektif perjanjian Baru.

B. Perspektif perjanjian Baru
Perjanjian Baru membedakan istilah "zaman akhir" dengan "akhir zaman". Ayat-ayat yang memuat terminologi "zaman akhir" adalah 1 Kor. 10:11; Ibr. 1:2; 1 Pet. 1:5; 2 Pet. 3:3. Adapun pengertian dari "zaman akhir" ini menunjuk kepada satu masa di mana Allah telah berbicara kepada manusia dengan perantara AnakNya sendiri, masa ini berlangsung terus sampai "akhir zaman". Sedangkan ayat-ayat yang memuat terminologi "akhir zaman" adalah Mat. 13:39,40; 28:20; Yoh. 6:39,54; 11:24; 12:48. Matius memakai kata Yunani sunteleia aionos yang berarti "akhir atau kelengkapan suatu masa atau zaman", sedangkan Yohanes memakai istilah Yunani eskhate hemera yang berarti "hari terakhir". Kedua jenis istilah ini jelas berkaitan dengan peristiwa-peristiwa eskatologis.
Di sini kita dapat melihat bahwa "akhir zaman" merupakan masa-masa terakhir dari "zaman akhir". Secara sederhana dapat dikatakan bahwa periode yang disebut dengan "zaman akhir" diawali dengan kedatangan Kristus yang pertama kali, yang terbentang hingga penutupan zaman; sedangkan saat-saat "akhir zaman" lebih terpusat pada kedatangan Kristus kedua kalinya, juga berlangsung hingga penutupan zaman. Meskipun yang disebut belakangan ini adalah relatif cukup singkat dibandingkan dengan yang disebut terdahulu.

Dari berbagai pandangan bahwa semua aliran mempercayai kedatangan Kristus kedua kali pada akhir zaman nanti. Kedatangan ini akan disertai dengan bermacam peristiwa-peristiwa eskatologis, seperti: kebangkitan, pengangkatan, penghakiman dan disusul dengan masuknya atau lebih tepat tibanya keadaan final yang bersifat kekal.
Alkitab juga memusatkan ajaran eskatologisnya pada momen kedatangan Kristus kedua kalinya. Meskipun zaman akhir sudah datang semenjak Kristus berinkarnasi, namun akhir zaman dititikberatkan pada kedatanganNya kedua kali.
Dengan pengertian di atas, kita dapat mendefinisikan "akhir zaman" sebagai "suatu masa'di penghujung zaman akhir, secara kronologis berada di bagian akhir dari masa Perjanjian Baru, yang juga merupakan sejangka waktu sebelum dan sesudah kedatangan Kristus kedua kali pada saat mana sejarah alam semesta akan berakhir dan beralih pada keadaan final yang kekal"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar